February 18, 2019

Kisah Tragis Lalapita dalam Kobokan

Perkenalkan, aku adalah arwah Lalapita. Aku mati tenggelam di air kobokan. Saat itu sedang jam makan siang. Aku dan beberapa kawan sedang hilir mudik di sebuah restoran Padang yang sangat sederhana. Sedang terbang bermanuver tiba-tiba aku oleng, alhasil aku terjun bebas ke sebuah mangkok berisi kobokan milik seorang remaja laki-laki bertubuh gemuk.

Video di atas adalah dokumentasi pribadi milik orang yang membunuhku itu. Ia mengupload video pembunuhan sadis ini di akun pribadinya tanpa rasa bersalah dan menjadikannya bahan lelucon. Aku yang berusaha berenang ketepian dengan bantuan daun bawang, diciduk dengan sendok si pembunuh, lalu ia remat badanku dengan punggung sendok itu hingga tubuhku remuk tak terbentuk. Usus dan seluruh isi tubuhku berceceran di atas piring bekas santap ayam pop. Sesungguhnya masih ada kelanjutan dari aksi pembunuhan sadis ini. Namun, kuedit demi kode etik keprilalatan. Video ini direpost dan mendapat kecaman dari banyak pihak, terutama dari kaumku dan para pecinta binatang sedunia. 

Dua puluh tahun kemudian, aku dihidupkan kembali menjadi lalat penghisap darah mematikan. Di hari pertamaku hidup kembali, aku mencari pembunuhku. Aku ingin membalaskan dendamku. Akhirnya, aku bertemu dengannya kembali. Ia sudah beranjak menjadi lelaki paruh baya. Namun, raut wajahnya tak mungkin kulupakan. Tanpa basa-basi langsung kuhisap darahnya tak bersisa. Ia mati di tanganku. Seketika itu pula aku kembali mati. Setidaknya, dendamku terbalaskan. Arwahku kini tak penasaran lagi. Selamat tidur nyenyak di dalam keabadian!

No comments:

Post a Comment