Showing posts with label activities. Show all posts
Showing posts with label activities. Show all posts

January 19, 2013

Bunga Dalam Mulut (2009)

Karya        : Luigi Pirandello
Sutradara   : Abdul Aziz Wahyudi
Pementas   : Astari Kusumawardhani & Siti Fatimah Ningrum

WANITA SAKIT :
 Ah, sudah kelihatan ! (Jeda )
    Anda memang orang yang sangat tenang.. Anda ketinggalan kereta?

NYONYA KETINGGALAN KERETA:
     Satu menit saja, bayangkan !
     Aku sampai di stasiun dan kulihat keretanya berangkat, di depan mata!

WANITA SAKIT:
     Anda kan bisa lari mengejarnya!

June 4, 2010

FIB NYENI III 2010

Jujur, pada awalnya saya tidak tahu tentang acara "FIB Nyeni III" itu. Saya ditunjuki pamflet yang ditempelkan pada bambu penyangga atap kansas oleh teman sejurusan saya.

"Sip, ikut aja lo. Biar bisa gue bangga-banggain"


Okelah kalau beg-beg-begitu - red.
* Potongan lagu Warteg boyz yang sedang naik daun.

Pamflet itu berisi ajakan untuk menyumbangkan karya-karya seni untuk pameran FIB Nyeni 3. Dan ketika saya lihat contact person nya pun, ternyata kembaran saya. Ya sebut sajalah dia si gupii.

Sehari sebelum pameran saya masih mencari-cari ide untuk lukisan. Ah, buntu.
Saya coret sana, coret sini. Tetap saja buntu.

Akhirnya, saya memberanikan langsung memnggunakan pastel di selembar canvas paper rukuran 40 x 32,5 cm. Hasilnya lumayan.

Judul: Saya Malu



Dan, satu lagi lukisan saya ketika masih SMA yang diberi judul Tumpahan.



Dan ini adalah suasana pameran yang mengambil tempat di gedung Auditorium Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Di pameran ini tidak hanya lukisan, namun juga foto dan karya-karya seni lainnya dari para dosen dan juga mahasiswa.



Pojok Fotografi


Lukisan karya-karya Umum (non-Mahasiswa)



Sampai bertemu di FIB NYENI IV 2011 :)

April 3, 2010

Buku Hitam: di mana sisi terangnya?



Ini tentang buku hitam milik saya.
Buku yang sejak awal tahun 2010 ini menemani saya. Buku hitam yang bukan hanya mencatat tentang 'kejahatan' saya, tetapi keseluruhan yg terjadi sejak januari awal yang lalu.

Dia pengganti buku hijau saya.

Buku yang penuh dengan coretan tangan tak penting, yang bagi saya (saat itu) penting. Bukti bersejarah, bahwa saya hadir di dunia ini. Bukti kesistensi saya.

Bukti kehadiran saya di belahan dunia lainnya. Penuh dengan kenangan.



saya terus menulis.
Menulis tentang teman-teman saya, sambil mengingat hal-hal yang bahagia.



Dan menghighlight hal-hal yang saya anggap penting.



Terkadang saya baca kembali, mengingat hal-hal yang telah lalu. Sambil tertawa atau tanpa ekspresi. Atau saya mengomentari tulisan saya yang bak ceker ayam itu. Makin hari makin ceker ayam.

Tak peduli.

Saya ingin terus menulis.



To-do-list saya hari ini begitu banyak. Tapi saya masih saja menulis yang lain entah apa saja itu, yang ada dalam pikiran saya.

Tulisan yang sudah di stabilo berarti sudah saya kerjakan. Sebuah perintah yang saya buat untuk diri sendiri. Buku hitam ini adalah pengingat saya.



Tak jarang saya sering bertanya.
Tanpa perlu mendapat jawabannya. Pertanyaan itu menjadi pekerjaan rumah yang perlu saya cari apa jawabannya.



Buku hitam ini tempat saya mengekspresikan apa saja yang saya pikirkan.
Saya rindu menggambar. Lantas menggambarlah saya.



Dan terus menggambar.



Saya jenuh. Lalu saya menggambar. Mengisi kekosongan lembar demi lembar bersama teman-teman tercinta.



Saya bosan menggambar lalu saya menulis dibawahnya.



Lalu, saya kembali mendengarkan dosen sebentar.

… aufklärung ist der Ausgang des Menschen aus seiner selbstverschuldeten Unmündigkeit. Unmündigkeit ist das Unvermögen, sich seines Verstandes ohne Leitung eines anderen zu bedienen…


Pencerahan. Sudahkah saya mendapatkannya? Bin ich aufgeklärt?
Bosan. Saya kembali menggambar.



Ini gambar kamar saya dan cikem, teman sekelas saya yang juga sahabat saya. Kamar saya terlalu rumit ternyata. Ya, sudahlah. Tapi nanti harus diceritakan dengan bahasa jerman, lalu bagaimana cara mendeskripsikannya agar lebih simpel? Ini kelas sprache.



Hampir semua isi buku ini berhubungan dengan jerman. Hidup saya penuh dengan jerman. Saya tidak mau ke jerman. Saya mau ke austria saja. Ayo, terbangkan saya kesana. Saya bosan disini. Bosan berusaha menyukai sesuatu yang sebenarnya tidak saya sukai. Dasar munafik.



Saya tidak ingin seperti immanuel kant (random). Tapi dia mengingatkan saya pada seseorang. Seseorang yang saya cintai. Seseorang yang saya kagumi dan saya rasa dia hampir sempurna. Sayang sudah tak di sini.

Lalu, saya menulis puisi. Tentang apa saja yg mempertanyakan dan ditanyakan. Segala bentuk kata tanya.





sabtu, 2 April 2010~

September 13, 2009

mading ding mading*

look at our mading.

Mading ini dibuat untuk keperluan kakak-kakak senior yang ingin memajang mading kami di tempat mading khusus (spesial pake telor) anak sastra jerman. Topik untuk tahun ini adalah produk-produk buatan jerman.

sebanarnya banyak produk buatan jerman, namun akhirnya kelompok kami memilih untuk mengangkat tema volkswagen sebagai mobil buatan jerman.

Tempat pembuatan mobil-mobilnya berada di Wolfsburg, Hannover, Jerman.
Dalam mading kami, tidak mencakup terlalu banyak tulisan, karena saya rasa memang bukankah mading itu harusnya lebih banyak gambar-gambar yang eye catchy supaya orang tertarik untuk memperdalam mengenai topik apa yang dibahas.

Jadi, akhirnya kami memilih ide untuk membuat sebuah jalan yang dipenuhi dengan mobil-mobil vw berbagai tipe. hasilnya lumayan keren. bahkan saya bilang itu sangat keren! haha. sangat eye catchy yuhu.

padahal bisa dibilang kita mengerjakannya sangat sangat mendadak, hanya sehari, lalau saya yang membawa pulang untuk ditambahkan foto print-printan mobil VW berbagai tipenya. HAri pertama mengerjakan nongkrong diperpus pusat cengok nungguin supaya bisa terhubung dengan wi-fi, namun sangat sangat sibuk servernya. sehingga kita mengalah dan akhirnya mengalihkan kegiatan menjadi MENGOBROL haha.

lalu keesokkan harinya, karena baru dapat kabar kalau dikumpulkannya kamis tanggal 10 September 2009, akhirnya kita ngebut bikin madingnya sehari sebelum deadline di perpus pusat. Mudah-mudahan para oengunjung perpus tidak ada yang terganggu dengan kelakar tawa kami hahahahaha.

Waktu itu sedang tidak ada kuliah dari jam 12 sampai jam 3 kami menyelesaikannya, lalu saya terpaksa caw bersama melly karena harus melanjutkan mata kuliah MPKS Lukis dan komik. akhirnya mereka kami tinggal, eh malah main thruth or dare. dasar -_-

tapi tidak apa-apa yang penting jadi dan bagus :)

terima kasih teman-teman,
wir lieben Deutch!


dari kiri atas: sifa (sayaaa) dan Oli
dari kiri bawah: irfan, pinka, belel (berlin, Ai (dety Aulia), Citra, Melly (goesgoeslow), Rinka

September 11, 2009

yang tersimpan



Selalu lupa untuk meng-uploadnya. Mudah-mudahan orang-orang yang penasaran dengan lukisan saya, akhirnya rasa penasarannya terpuaskan…
Mohon comment nya tentang lukisan-lukisan saya :)



Gambar 1. wall of fame saya, beberapa lukisan digantung disana.

Gambar 2. kata guru saya ini surrealis, isn't it? Ini saya buat ketika ujian praktek Art. Temanya kurang lebih tentang neraka jahanam



Gambar 3. Should I keep waiting? Menanti sang kekasih hingga lumutan (plesetannya seperti itu)


Gambar 4. Lukisan paling lama, dibuat ketika saya masih kelas 7, sekarang berada di dalam kamar mandi, terinspirasi dari cover album MAROON 5


Gambar 6. siluet lelaki dan wanita. Saya sangat suka lukisan ini, dibuat ketika saya masih SMP.


Gambar 7. entah kenapa tadinya saya tidak terlalu menyukai lukisan ini, tapi lama kelamaan saya menemukan sesuatu dari lukisan ini. Tadinya saya menafsirkan ini sebagai bentuk dari kelakuan aborsi, namun lama kelamaan saya berpikir, gadis dalam bak itu kesepian.



Gambar 8. pikiran yang bercabang


Gambar 9. karikatur saya, papa dan mama, serta ariel (?)