“Jaman-jamannya masa menggalau saya dan Galuh Anindita. Hari ini adalah hari terakhir penelitian – saya menyebut ini sebagai mini research. Hari ketiga ini saya sempat tumbang. Sempat ingin tidak meneruskan perjuangan, tapi mama selalu memberi dukungan. Jadi saya melanjutkan perjalanan. Kali ini sedikit melelahkan dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Hari yang sangat melelahkan. Bukan main.
Saya ke Huta Bolon Simanindo, sebuah desa wisata di ujung Tuk Tuk, untuk menyaksikan tarian tradisional Batak. Tarian yang dipertunjukkan adalah tarian untuk menghantar kematian/ pemakaman.
Kebanyakan yang datang ke sini adalah wisatawan mancanegara. Maka itu saya menyempatkan diri untuk mewawancarai beberapa bule. Salah satunya adalah seorang wanita paruh baya dari London yang ternyata bekerja di Kedutaan Belanda di Jakarta. Membawa temannya yang berasal dari New Zealand. Banyak bertanya seputaran apa yang membuat mereka jauh-jauh datang ke Samosir ini.

