Showing posts with label a Journey. Show all posts
Showing posts with label a Journey. Show all posts

August 27, 2013

Greeting from the east!




Selamat pagi jiwa-jiwa yang (belum) sepenuhnya pulih!

Sunrise at Mt. Lawu

August 25, 2013

Shadow of Hope



Setelah 8 tahun, daratan ini menjadi wisata derita rakyat. Miris.



Kami menolak lupa, mengingatkan mereka yang amnesia mendadak, amnesia karena kepentingan, amnesia karena keterpaksaan. 


salam dari warga di sini:



May 24, 2013

Winter in Spring


kindly send my regards to winter.
Miss the warm spring,
but never been yet in summer.

(2013)

January 19, 2013

Let me go




Everyone who's in your life are meant to be in your journey, 
but not all of them are meant to stay.

October 19, 2012

Kaki Kepala



Kaki di kepala, kepala di kaki.

22:48 GMT
Street dancer at Picaddily Sq.

June 26, 2012

Filippo Strozzi


The Portrait of Filippo Strozzi 
(1428-1491)
by Benedetto da Maiano

one of my favorite!

Berlin in Paris

Berlin in Paris.
How come?

February 7, 2012

Tidur Siang




"Ketika tertidur, ketahuilah bahwa ada yang memandangi anda dari kejauhan."

"Libur akan segera berakhir."


"Libur akan segera berakhir."


"Puaskah?"

January 2, 2012

April 30, 2011



              Hello, welcome to my Palace! Enjoy your visit! Have a nice day everyone! Let's jump!
               Hap-hap-hap
                ~der geschlossene Versailes Schloss, 2010

January 4, 2011

Rindu Kampong Halaman

Rasa kangen saya terhadap kampong halaman sudah tak terbendung lagi. Ini sudah klimaks. Jangan sampai dia berakhir tanpa anti klimaks. Hal ini sungguh memaksa. Memaksa saya untuk bercerita tentang hal yang berada di tahun 2008, dua tahun silam.
Setelah kejadian itu – sebuah kejadian yang saya sengaja lupakan, saya pergi ke Samosir, pulau di atas pulau. Berada di tengah Danau terbesar di Asia Tenggara, Danau Toba. Di sana saya melakukan penelitian demi gengsi dan kebanggaan. Kebanggaan sebagai orang batak yang tidak bisa berbahasa Batak dan tidak tinggal di tanah Batak. Seharusnya saya malu. Tapi justru dari sanalah saya belajar asal-usul saya dan berusaha menyelami warisan nenek moyang.
Semua berawal di hari Senin 6 Oktober yang tak terlalu cerah. (Cerita diambil dari jurnal perjalanan saya ketika bertandang ke Samosir)
klik ini, untuk mengunduh Final Paper saya yang berjudul:
"The Dynamic of Culture in Batak Toba Culture in the Era of Globalization"

Hari Kedua: Selamat Datang di Samosir

Selasa, 7 Oktober 2008.
"Saya menginap di Duma Sari. Sebuah penginapan yang langsung menghadap ke danau Toba. Halamannya adalah pantai danau Toba yang tenang dan tak berombak. Saya bisa langsung cuci kaki dan membasuh wajah dengan air tawar danau Toba di teras kamar. Curahan air terjun cinta (Love Waterfalls) juga menjadi pemandangan yang mampu membuat saya tertegun sejenak menikmati alam. Konon katanya air terjun itu merupakan tempat pembuktikan cinta bagi pasangan-pasangan muda. Jika keduanya tidak berkelahi hingga sampai ke lokasi air terjun, maka artinya mereka berjodoh. Hanya mitos. Tapi menurut saya ada benarnya juga. Kalau masih di perjalanan saja sudah bertengkar, bagaimana nanti rumah tangganya.
Hari kedua itu, saya sempat drop sakit. Mungkin karena cuaca yang tidak menentu, kadang panas terik, lalu tiba-tiba hujan. Tapi saya tetap semangat. Hari itu saya pergi ke Tomok, sebuah kecamatan yang masih satu kabupaten dengan kecamatan Tuk-Tuk, yaitu Simanindo. Arti dari Tomok itu sendiri adalah subur. Katanya para wanita batak itu subur-subur, “tomok-tomok”. Hal yang menarik perhatian saya adalah symbol 4 payudara yang berada di gerbang masuk sebuah pemakaman adat. Empat payudara ini menyimbolkan criteria dan sifat wanita batak yakni harus subur, suci hati, ramah tamah dan setia.

Lelah: 8 Oktober 2008

“Jaman-jamannya masa menggalau saya dan Galuh Anindita. Hari ini adalah hari terakhir penelitian – saya menyebut ini sebagai mini research. Hari ketiga ini saya sempat tumbang. Sempat ingin tidak meneruskan perjuangan, tapi mama selalu memberi dukungan. Jadi saya melanjutkan perjalanan. Kali ini sedikit melelahkan dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Hari yang sangat melelahkan. Bukan main.
Saya ke Huta Bolon Simanindo, sebuah desa wisata di ujung Tuk Tuk, untuk menyaksikan tarian tradisional Batak. Tarian yang dipertunjukkan adalah tarian untuk menghantar kematian/ pemakaman.
Kebanyakan yang datang ke sini adalah wisatawan mancanegara. Maka itu saya menyempatkan diri untuk mewawancarai beberapa bule. Salah satunya adalah seorang wanita paruh baya dari London yang ternyata bekerja di Kedutaan Belanda di Jakarta. Membawa temannya yang berasal dari New Zealand. Banyak bertanya seputaran apa yang membuat mereka jauh-jauh datang ke Samosir ini.

September 15, 2010

exception




Chateau de Versailles
OPEN
Every day except Mondays
9 am – 6.30 pm, last admission: 6 pm


So, don't ever go to Versailles on Monday.
I didn't read the 'except' word.

July 10, 2010

wassenaar


Ketika saya membuka jendela kamar yang saya lihat adalah ini.


Pagi di musim dingin yang berkepanjangan.
Di penghujung tahun 2009
Wassenaar, Belanda.

April 16, 2010

galau



Aku terdiam rasanya penat
Aku takut tersesat
Udara terasa sesak dirongga dada
Terbungkam oleh perasaan yang tak karuan
Terhanyut dalam denyutan nadi yang tak kunjung berhenti

Jangan biarkan dia terdiam
Jangan sampai lepas
Jangan biarkan sedetik pun dia terlepas
Genggam erat sekuat-kuatnya
Karena sulit untuk mendapatkannya kembali

Perasaan itu
Perasaan yang dulu sempat ada
Perasaan yang dulu sempat singgah
Perasaan yang sempat hilang beberapa saat
Perasaan yang telah dilupakan
Entah bagaimana rasanya

Rasa sakit, perih, pedih
Bercampur dengan kemunafikan bahwa kebahagian itu ada
Akhirnya dia datang kembali
Membawa banyak tanya yang tak terjawab
Kenapa bisa terulang kembali?

Bratislava, 8 januari 2010
10:00 p.m